Petani Muda Malamay dan Klain Belajar Mengenal Platform Digital untuk Promosi Produk Pertanian

Teknologi telah mempengaruhi semua aspek penghidupan manusia, termasuk dalam bidang pertanian. Petani perlu beradaptasi agar selalu terkoneksi dengan pasar. salah satunya dengan memanfaatkan Platform Digital untuk Promosi dan dagang.

TERKINI

Nuzul dan Juminah

4/12/20261 min read

Kampung Klain, 11 April 2026 

Bertempat di Gedung TK Kampung Klain, telah dilaksanakan pelatihan pemanfaatan platform digital bagi kelompok tani dan kelompok muda dari Kampung Klain dan Malamay. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mempromosikan sekaligus memasarkan produk pertanian secara online.  Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini dibagi menjadi dua tahapan, yaitu hari pertama difokuskan pada persiapan dan pengenalan materi, sementara hari kedua diisi dengan praktik langsung penggunaan platform digital seperti Facebook dan WhatsApp Group sebagai sarana pemasaran.

Dalam sambutannya, Direktur BICARA menyampaikan bahwa perkembangan teknologi saat ini berjalan sangat cepat, sehingga masyarakat, termasuk petani dan kelompok masyarakat adat, perlu beradaptasi dengan kemajuan dan kecepatan ini. Ia juga menekankan bahwa akses informasi kini semakin terbuka dan mudah dijangkau, sehingga sebenarnya tidak ada lagi hambatan yang cukup besar untuk memanfaatkan teknologi ini oleh siapapun, “Pelatihan ini menjadi langkah awal bagi masyarakat memulai penggunaan teknologi digital secara optimal untuk mendukung ekonomi dan hak hak mereka,” ujarnya. 

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Antusiasme terlihat dari keaktifan mereka selama sesi diskusi maupun praktik. Para peserta mengaku pelatihan merupakan pengalaman pertama yang diharapkan selama ini. Pelatihan juga menghadirkan narasumber praktisi, Zusana Tutuhatunewa, pemilik Olfatrarfarm yakni usaha kebun hidroponik sayuran di Kota Sorong yang telah berpengalaman dalam memasarkan produk melalui platform digital. Ia berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis kepada peserta, mulai dari strategi promosi hingga cara membuat konten yang menarik.

Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan penyandang disabilitas, sebagai bentuk komitmen untuk memberikan kesempatan yang setara bagi semua pihak dalam mengakses pengetahuan dan teknologi.Sebagai penutup, setiap peserta diminta untuk membuat konten promosi produk masing-masing dan mengunggahnya ke media sosial mereka. Langkah ini menjadi praktik awal dalam membangun kepercayaan diri serta kemampuan pemasaran digital.

Program ini masih berada pada tahap pengenalan. Ke depan, BICARA berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan agar masyarakat dapat memanfaatkan platform digital secara lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.