Kolam Tadah Air Hujan Berhasil Dibangun, Warga Kampung Klain dan Malamai Antusias

Pasca Belajar membuat Demplot, kampung Klain dan Kampung Malamay melanjutkan kegiatan belajar membuat kolam penadah air hujan berbahan terpal, untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. ketika musim kemarau

Sesario Jum dan Denis

4/11/20261 min read

Kampung Malamay dan Kampung Klain, Sorong 8 April 2026

Upaya memperkuat ketahanan air bagi masyarakat kembali dilakukan melalui pembangunan kolam tadah air hujan berukuran 3x4 meter berbahan terpal pada tanggal 8. Kegiatan ini merupakan bagian dari program PAPeDA5 yang dilaksanakan bersama Yayasan BICARA.Pembangunan kolam ini berlangsung sehari setelah para petani menyelesaikan pembuatan demplot pertanian. Sinergi kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan di tingkat kampung. Menariknya, tidak lama setelah kolam selesai dibuat, hujan turun pada sore hari dan langsung mengisi kolam tersebut. Dari hasil pengamatan di lapangan, kolam berfungsi dengan sangat baik tanpa adanya kebocoran, sehingga dapat langsung dimanfaatkan sebagai sumber cadangan air.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Warga tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga melibatkan anggota keluarga, termasuk anak-anak, yang ikut menyaksikan dan belajar bersama di lokasi kegiatan. Kehadiran Yayasan BICARA melalui program PAPeDA5 menjadi pemicu semangat gotong royong masyarakat dalam mengembangkan solusi sederhana namun efektif untuk menghadapi tantangan ketersediaan air, khususnya dalam mendukung aktivitas pertanian di kampung.

Ke depan, diharapkan model kolam tadah air hujan ini dapat direplikasi di titik-titik lain sebagai bagian dari upaya adaptasi perubahan iklim dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.