Disabilitas Tidak Membuat Indah Menyerah, Sukses Berjualan Nasi Kuning

Banyak orang merasa kalah dengan kondisi disabilitasnya, tidak dengan Aisyah Indah Lestari, atau sering di panggil Indah. Berjualan nasi kuning bersama ibunya dilakoni untuk mandiri, sambil terus terlibat memperjuangkan hak Difabel

BERITA

Nonita dan Hisar

4/12/20261 min read

Aisyah Indah Lestari, yang akrab disapa Indah, adalah sosok muda yang tangguh dan inspiratif. Sebagai penyandang disabilitas tuli, Indah tidak pernah menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti melangkah. Ia justru terus aktif dan berkontribusi, salah satunya sebagai sekretaris Kelompok Swabantu (Self Help Group/SHG) Klabulu di Kelurahan Klabulu.

Dalam kesehariannya, Indah juga berbagi pengetahuan dengan mengajarkan bahasa isyarat serta terlibat dalam berbagai kegiatan yang memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Semangat belajarnya tidak pernah surut, baik dalam pendidikan maupun dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi.

Bersama ibunya, Indah turut mengembangkan usaha nasi kuning yang menjadi sumber penghasilan keluarga. Ia aktif membantu di warung, mulai dari memasak hingga melayani pelanggan. Berkat keterampilannya, nasi kuning yang ia sajikan dikenal lezat dan semakin diminati masyarakat sekitar. Jumlah pelanggan pun terus bertambah dari waktu ke waktu.

Usaha ini bukan hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk tetap produktif dan berkarya. Dengan harga yang terjangkau, Indah berhasil menghadirkan usaha yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.

Indah terus berupaya memperluas usahanya agar semakin dikenal, sekaligus menjadi inspirasi bagi teman-teman disabilitas lainnya. Ia menunjukkan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan keyakinan, setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Tetap semangat, Aisyah Indah Lestari. Perjuanganmu hari ini adalah langkah besar menuju masa depan yang cerah. Kamu telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk sukses, melainkan kekuatan untuk terus maju.

Dari Kiri: Hisar Mirino, Indah (tengah) dan Ibu Indah (Kanan)