Berakhirnya Program PAPeDA Bukan Akhir dari Proses Pemberdayaan di Papua

Program PAPeDA 5 telah resmi berakhir, setelah berjalan sejak 2018 dengan tujuan mendorong penyelamatan hutan dan lahan dan sekaligus memberdayakan masyarakat adat di tanah Papua

andi Saragih

9/17/20262 min read

Sorong 17 September 2026 — 8 tahun waktu yang singkat. Selama kurun itu, berbagai cerita, pembelajaran, dan perubahan tumbuh bersama masyarakat di sejumlah wilayah Tanah Papua. Namun, setiap perjalanan memiliki titik akhir. Bagi Program Pelestarian Sumber Daya Alam dan dan Peningkatan kehidupan Masyarakat Adat (PAPeDA) titik itu tiba pada 14 September 2026, di Kota Sorong seiring dengan selesainya program PAPeDA serial ke 5 ini.

Bertempat di Hotel Aston Sorong, The Asia Foundation (TAF) bersama empat mitranya—Mnukwar Tanah Papua, Yayasan Wahana Sari Sejahtera (YWSS), Perkumpulan Kawan Pesisir Raja Ampat (PKPRA), dan Yayasan Bingkai Cerita Rakyat (BICARA)—secara resmi menutup pelaksanaan Program PAPeDA5.

Penutupan tersebut sekaligus menandai berakhirnya perjalanan program yang selama bertahun-tahun hadir mendampingi masyarakat di Tanah Papua melalui wilayah kerja masing-masing mitra.

Suasana penutupan terasa berbeda dari sekadar berakhirnya sebuah program. Hadir pula para champion kampung dari berbagai wilayah dampingan mitra. Mereka menjadi bagian penting dari perjalanan PAPeDA5—orang-orang yang tumbuh dari komunitas, belajar bersama masyarakat, dan kemudian mengambil peran dalam mendorong perubahan di kampung masing-masing.

Di balik penutupan tersebut, tersimpan harapan agar inisiatif serupa dapat kembali hadir di Tanah Papua. Masih terdapat banyak kampung dan komunitas yang belum memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendampingan, penguatan kapasitas, serta ruang belajar seperti yang telah dilakukan melalui program PAPeDA.

Namun, untuk PAPeDA5, perjalanan itu memang harus berakhir.

Berakhirnya program tidak berarti berakhir pula semangat untuk terus melayani masyarakat. Justru, penutupan menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa keberlanjutan tidak semata-mata bergantung pada hadirnya sebuah program atau dukungan dari lembaga luar.

Keempat mitra diharapkan tetap menjaga komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat dampingan, sekaligus terus mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat. Pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang telah dibangun selama program diharapkan menjadi modal bagi masyarakat untuk melanjutkan berbagai upaya pembangunan di kampung masing-masing.

Bagi BICARA, keterlibatan dalam PAPeDA5 juga menjadi bagian dari perjalanan belajar bersama masyarakat. “Terima kasih atas kesempatan ini. Walaupun kami hanya sempat terlibat dalam PAPeDA5, kami dan komunitas mendapatkan begitu banyak pengalaman dan pembelajaran yang sangat bermanfaat. Tentu, pengalaman tersebut akan menjadi bekal bagi kami dan kampung-kampung dampingan untuk melangkah ke depan,” ujar Andi Saragih, Ketua Pengurus Yayasan Bingkai Cerita Rakyat (BICARA), dalam pernyataan penutupnya pada acara tersebut.

Pernyataan itu menggambarkan bahwa nilai sebuah program tidak hanya diukur dari kegiatan yang terlaksana selama periode pendanaan. Ada pengalaman yang tinggal, pengetahuan yang diwariskan, jejaring yang terbentuk, dan kepercayaan yang tumbuh di antara lembaga pendamping dan masyarakat.

Pada penghujung rangkaian kegiatan, seluruh mitra juga menerima sejumlah buku yang merupakan karya-karya mitra The Asia Foundation Indonesia. Buku-buku tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari warisan pengetahuan yang terus digunakan dan dikembangkan, baik oleh para mitra maupun masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan program.

Lima tahun PAPeDA5 kini telah menjadi bagian dari cerita yang selesai ditulis. Tetapi cerita tentang masyarakat, kampung, pembelajaran, dan upaya membangun kemandirian masih terus berjalan.

Program boleh berakhir. Dukungan mungkin berganti bentuk. Namun, hubungan yang telah dibangun dan pengetahuan yang telah dibagikan diharapkan tetap menjadi bekal bagi masyarakat Tanah Papua untuk melanjutkan langkahnya dengan kekuatan yang semakin bertumpu pada diri dan komunitas sendiri.

Sekretariat :

Jalan Manunggal Besar Nomor 21. Kelurahan Amban Kabupaten Manokwari- Papua Barat Kodepos:98314 | Email: myayasanbicara@gmail.com